Senin, 17 November 2008 | 00:52 WIB
Negara-negara berkembang saat ini memiliki pengaruh dan kekuatan lebih besar. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 (G-20) yang berakhir di Washington, Sabtu (15/11).
Negara berkembang seperti China, Brasil, India, dan Indonesia memenangi posisi kunci dalam keputusan ekonomi global pada ... Baca selengkapnya »
NEW YORK,KAMIS- Harga emas terus melemah, seiring menguatnya kembali dollar AS serta turunnya harga minyak mentah dunia.
Pada perdagangan New York Mercantile Exchange (Nymex), Kamis (1/5) waktu setempat, harga emas untuk Juni ditutup pada 848,90 dollar AS ... Baca selengkapnya »
Senin, 25 Februari 2008 - oleh : education | hits: 456 Untung Besar dari Bisnis Sampingan Untung Besar dari Bisnis Sampingan
Banyak untungnya membudidayakan lebah madu. Selain memanen madu, ternyata lebahnya pun bernilai ekonomis. Peluang pasarnya pun masih menganga lebar.
Eko Edhi Caroko
Keunggulan khasiat madu memang tak perlu disangsikan lagi. Sebagai makanan bergizi tinggi, madu bahkan sudah diketahui sejak zaman Mesir ataupun Yunani Kuno. ... Baca selengkapnya »
Jakarta, Kompas - Perekonomian pada triwulan III- 2007 diperkirakan tumbuh 6,4 persen meski tanpa dukungan konsumsi pemerintah, karena realisasi belanja pemerintah minim. Faktor pendorong utama pertumbuhan adalah konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor.
"Konsumsi masyarakat menyumbang dua pertiga dari PDB (Produk Domestik Bruto). Jadi kuncinya, menjaga ... Baca selengkapnya »
Selama setahun terakhir ini memang masa yang menyenangkan bagi petani karet. Kenaikan harga minyak mentah akibat berbagai hal menyebabkan biaya produksi karet sintetis untuk substitusi karet alam menjadi mahal. Konsumen pun balik menggunakan bahan baku karet alam untuk produknya, permintaan pun melonjak.
Rabu, 05 Juli 06 - oleh : Hendri Hartopo | hits: 294 Pemerintah Dukung Bioenergi Kompas, 5 Juli 2006
Pengembangan Minyak Jarak Mendapat Respons Luas Sejumlah Negara
Jakarta, Kompas - Pengembangan energi terbarukan sebagai alternatif ketersediaan bahan bakar minyak di Indonesia diarahkan turut mengangkat kesejahteraan masyarakat. Jutaan tenaga kerja diharapkan dapat terserap dalam rangkaian proses pengembangannya.
Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro ... Baca selengkapnya »
Selasa, 04 Juli 06 - oleh : Hendri Hartopo | hits: 413 Investor Jepang Membangun Pabrik Minyak Jarak PT Suziko (Jepang) akan membangun pabrik pengolahan minyak jarak menjadi bahan bakar nabati (BBN) atau "biofuel" di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. "Pejabat dari PT Suziko telah melakukan survei ke Lebong dan menyatakan ketertarikannya berinvestasi di bidang pengolahan minyak jarak," kata Bupati Lebong Drs Dalhadi Umar di Bengkulu, Senin (3/7). Selain ... Baca selengkapnya »
Bengkulu, Kompas - Provinsi Bengkulu tahun ini mulai mengembangkan budidaya tanaman gaharu di lahan rakyat. Keberhasilan budidaya itu dinilai sebagai angin segar untuk menambah komoditas ekspor Bengkulu karena selama ini gaharu hanya didapatkan secara bebas di hutan-hutan belantara.
"Ini angin segar bagi para peminat kayu gaharu khususnya ... Baca selengkapnya »
Produksi sejumlah komoditas pertanian kian merosot. Nilai ekspor pun jeblok. Lebih dari itu, sejumlah negara nonagraris malah mengancam menggeser posisi Indonesia di pasar internasional. Itulah wajah suram pertanian Indonesia. Saudagar sejagat zaman penjajahan pun berlomba-lomba datang ke Nusantara.
Jakarta, Kompas - Indonesia harus secepatnya menjadikan sektor agroindustri sebagai salah satu penyangga perekonomian nasional. Industri yang berbasis pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam ini memiliki potensi pasar yang terus tumbuh seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia.
Demikian disampaikan Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan ... Baca selengkapnya »
Hubungi kami:
Untuk Seminar Inhouse,
Hubungi kami di:
seminar@hendrihartopo.info
atau
0815-9661067